Remaja Dominasi Lakalantas

Polres Bengkulu Utara mencatat kecelakaan lalu lintas (Lakalantas) didominasi remaja yang berusia 16 tahun. Berdasarkan data bulan Januari hingga September 2018 lalu, jumlah korban lakalantas meninggal dunia (MD berjumlah 41 orang, korban luka berat (LB) berjumlah 86 orang dan korban luka ringan (LR) berjumlah 133 orang.
Hal ini disampaikan Kepala Satuan Lalu lintas (Kasat Lantas) Polres Bengkulu Utara, AKP Ilham S Sakti SH SIK. “Untuk kasus lakalantas di Bengkulu Utara memang didominasi usia 10 tahun hingga 16 tahun,” katanya. Ilham menerangkan, ini merupakan hasil dari data yang dimiliki Satlantas Polres Bengkulu Utara.
Untuk usia 10 hingga 15 tahun korban MD berjumlah 11 korban, LB berjumlah 15 korban dan untuk LR berjumlah 25 korban. Sedangkan usia 16 hingga 25 tahun untuk korban MD tercatat ada 15 korban, untuk LB ada 28 korban dan untuk LR ada 45 korban.”Selebihnya diusia 26 tahun keatas,” terangnya.
Terkait dengan hal tersebut, Ilham menuturkan bahwa pihak Polda Bengkulu telah melakukan Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Fungsi Lantas beberapa waktu lalu, salah satu pokok permasalahannya adalah bagaimana upaya pihak kepolisian menekan angka lakalantas dibawa umur tersebut.
Hal tersebut menjadi antensi pada setiap petugas lalulintas. Apabila menemukan pelanggaran anak di bawah umur mengendarai kendaraan bermotor, baik roda dua maupun roda empat, petugas wajib melakukan penindakan melalui tilang dan melakukan penyitaan terhadap kendaraannya.
Jadi, tidak lagi membicarakan surat menyurat karena asumsinya adalah ketika hanya melakukan penindakan, surat menyurat berarti pihak kepolisian masih mengizinkan anak-anak di bawah umur tersebut untuk tetap berkendara. “Paling tidak kalau kita menyita kendaraan bermotornya dan diamankan, nanti kita panggil orang tuanya, di situ nanti akan dibuat surat pernyataan bagi orang tua bahwa orang tua tidak akan mengulangi untuk mengizinkan anaknya untuk mengendarai kendaraan bemotornya. Semua ini kita lakukan untuk menekan angka lakalantas dibawa umur,” tutupnya
Prev Next